Selamat petang, Senja.
Perkenalkan, nama Tante adalah Ayu, suka makan sayur. Belum pernah berjumpa dengan ayah ibumu, tapi yakinlah, lebih dari beruntung, mungkin ini yang namanya anugerah bagimu, dilahirkan dari orang tua sebaik mereka, yang walaupun belum pernah bertemu muka dengan Tante, sudah dengan sudi baiknya mengirimkan buku tentang mereka ke tempat ini. Belum banyak tante ketahui tentang mereka, selain manusia berhati baik yang mengajar di rumah belajar. Nanti, semoga yang tante ketahui dari mereka bersumber dari perjumpaan kami pada suatu masa.
Senja sekarang sudah bisa apa? Pasti sudah banyak, yang pasti adalah sudah sedemikian membahagiakan orang tua dan juga yang mengetahui Senja. 
Ada cerita pendek dari Tante di petang ini kepada Senja. Oh iya, Senja ingin tau darimana Tante bercerita? Tante ada di sebuah taman di dekat stasiun kereta, bukan stasiun yang biasa tante singgahi. Di sebelah kanan tante ada pohon willow yang tidak berhenti menari (pssssst, hati-hati jika berdekatan dengan pohon ini, kata teman kakak, nama lainnya adalah janda merana, karena tariannya bisa membuatmu merasa melankolis, tante rasa demikian adanya), di arah jam 10 tante ada bangku yang bergantian diisi, tadi ada perempuan merokok sendirian, kemudian ada pria pulang bekerja, tak lama ada pula kakek sendirian saja. Ini pertama kalinya tante datang ke stasiun ini, untuk sedikit berjalan kaki mencari ikan, kemudian dihadiahi matahari petang yang sangat cantik. Ah, mungkin demikianlah namamu Senja, cantik.
Senja, hari-hari tante di sini kini bisa dihitung dengan jari, tante janji, jika diizinkan oleh yang memiliki nyawa, akan tante tuliskan lebih banyak lagi laporan kemana kaki ini berjalan, mata ini melihat, hati ini belajar. 
Waaaaah sudah panjang surat tante, baiklah kita lanjutkan nanti ya. Kalau sekarang ingin bercerita tentang senja yang cantik dan sendu, semoga cerita selanjutnya adalah senja yang (tetap) cantik dan bersemangat.
Salam, semoga Allah selalu menyayangi kita.
- kobe, 11092014. 18:51. - (at float - tiap senja)

Selamat petang, Senja.
Perkenalkan, nama Tante adalah Ayu, suka makan sayur. Belum pernah berjumpa dengan ayah ibumu, tapi yakinlah, lebih dari beruntung, mungkin ini yang namanya anugerah bagimu, dilahirkan dari orang tua sebaik mereka, yang walaupun belum pernah bertemu muka dengan Tante, sudah dengan sudi baiknya mengirimkan buku tentang mereka ke tempat ini. Belum banyak tante ketahui tentang mereka, selain manusia berhati baik yang mengajar di rumah belajar. Nanti, semoga yang tante ketahui dari mereka bersumber dari perjumpaan kami pada suatu masa.
Senja sekarang sudah bisa apa? Pasti sudah banyak, yang pasti adalah sudah sedemikian membahagiakan orang tua dan juga yang mengetahui Senja.
Ada cerita pendek dari Tante di petang ini kepada Senja. Oh iya, Senja ingin tau darimana Tante bercerita? Tante ada di sebuah taman di dekat stasiun kereta, bukan stasiun yang biasa tante singgahi. Di sebelah kanan tante ada pohon willow yang tidak berhenti menari (pssssst, hati-hati jika berdekatan dengan pohon ini, kata teman kakak, nama lainnya adalah janda merana, karena tariannya bisa membuatmu merasa melankolis, tante rasa demikian adanya), di arah jam 10 tante ada bangku yang bergantian diisi, tadi ada perempuan merokok sendirian, kemudian ada pria pulang bekerja, tak lama ada pula kakek sendirian saja. Ini pertama kalinya tante datang ke stasiun ini, untuk sedikit berjalan kaki mencari ikan, kemudian dihadiahi matahari petang yang sangat cantik. Ah, mungkin demikianlah namamu Senja, cantik.
Senja, hari-hari tante di sini kini bisa dihitung dengan jari, tante janji, jika diizinkan oleh yang memiliki nyawa, akan tante tuliskan lebih banyak lagi laporan kemana kaki ini berjalan, mata ini melihat, hati ini belajar.
Waaaaah sudah panjang surat tante, baiklah kita lanjutkan nanti ya. Kalau sekarang ingin bercerita tentang senja yang cantik dan sendu, semoga cerita selanjutnya adalah senja yang (tetap) cantik dan bersemangat.
Salam, semoga Allah selalu menyayangi kita.
- kobe, 11092014. 18:51. - (at float - tiap senja)

Kobe. 03:11. 24072014. The Weepies - The World Spins Madly On.

Sekarang tidak pernah lebih dari 5 menit saya kuat untuk membuka halaman fb. Hal ini terjadi beberapa menit lalu, ketika saya sahur dan iseng menyalakan laptop. Kemudian setelah mencuci piring, saya putuskan untuk berwudhu terlebih dahulu, karena saya rasa ini adalah tulisan serius, yang semoga pesannya bisa tiba dengan jelas.

Membuka halaman fb berarti sekedar melihat siapa yang berulang tahun pada hari tersebut, kemudian menurunkan scroll ke bawah, mencari tahu adakah kabar dari teman lama atau tanah baru yang mungkin bisa saya kunjungi. Dan kemudian akan terhenti, membaca cepat artikel-artikel yang sangat tidak saya sukai. 

Mengapa ada, yang demikian mudahnya menyebarkan kabar yang masih dugaan sebagai fakta yang sangat diyakini kebenarannya?

Mengapa ada, yang demikian yakinnya pada kebenaran yang dia pegang, sehingga mementahkan apa yang ada, bersiap berdebat ketika ada pendapat yang tidak sesuai dengan yang diyakininya?

Saya marah, kecewa, bercampur sedih.

Bagaimanapun, ini adalah pesta demokrasi.

Bisa kita katakan hanyalah pesta.

Yang mana sebuah pesta memang tidak akan pernah boleh berlebihan dari kadarnya.

Jangan kita pelintirkan apa yang jelas benar seperti agama dengan cerita-cerita yang kita pilih.

Bahkan saya percaya, mengerat-ngerat ayat suci sesuai yang kita suka saja terlalu riskan, apalagi ini.

Tuhan itu memang tidak pernah berhenti menguji kita, menguji dalam sukar, maupun dalam berkah.

Menguji agar kita berusaha, berdoa, bukannya menyebarkan berita-yang-penuh-prasangka.

Pemimpin kita nanti, siapapun dia di mata kalian, iringilah selalu dengan doa, jika kalian rasa usaha kalian belum bisa banyak sumbangsihnya.

Doakan, doakan selalu, agar setiap keputusannya yang pasti tidak sempurna itu, adalah keputusan yang diridhai Tuhan, dengan segala berkah dan ujiannya.

Doakan.

-Alhamdulillaah ‘ala kulli haal-

Selamat hari lahir, Madiba! Semoga bersenang-senang di surga

"It always seems impossible until it’s done!" - one of your thoughtful mantra!

(Source: gotsomechangetothrow)

Kucing aja ngaji :3

Kucing aja ngaji :3

(via hijabonita)

Kobe. 20:50. 14072014. 

Currently fav. playlist. Paling pas dengarnya waktu lagi pulang sekolah.

Thanks res!

*biasanya jarang nyambung sama selera musik restu, entah dia yang terlalu K-pop, atau telinga saya yang sering suka sama yang absurd.

Kobe. 22:49. 08072014.

Jika engkau ingin berbicara kepada Allah, maka shalatlah.

Jika engkau ingin Allah berbicara kepadamu, maka bacalah Al Quran.

——

Saya temukan kalimat indah ini di linimasa twitter saya.

Indah. Indah sekali.

Ingatan saya melompat kurang lebih pada kenangan 3 tahun lalu, ketika Allah pertemukan saya dengan salah seorang teman SMP saya, tidak terlalu akrab sebenarnya, selepas SMP ia melanjutkan pendidikan ke Jogja. Demikian juga kuliahnya. Saya masih di Pontianak saja, kemudian kuliah di Sumedang, kemudian kerja di Pontianak. Tapi siapa yang bisa menyangkal rencana Allah? Kami dipertemukan kembali, pada perbincangan di suatu tempat es krim, dan di rumahnya bersama kucing-kucing gendudnya. Ternyata ia pulang beberapa minggu di Pontianak sebelum pindah ke Batam untuk memulai hidup baru dalam pernikahan bersama calon istri. Di malam sebelum ia berangkat, kami bercerita ini dan itu, ia ceritakan tentang istimewanya Jogja ( dan hey, beberapa bulan setelah itu, saya ternyata mendapat kesempatan untuk tinggal di tempat istimewa itu selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan ), cerita ini dan itu. Tapi ada yang satu yang sangat saya ingat, yang tidak ingin saya lupakan, yang saya ingin teman-teman juga tahu (dan mungkin bisa kita sebarkan dan kita amalkan) 

"Kalau hati resah, berwudhu, baca quran, bukalah halaman apapun, baca juga terjemahannya, maka secara "ajaib" akan kau temukan jawaban kegundahanmu di sana."

Ia katakan, inilah pesan dari calon istri yang membuatnya semakin mantap menikahinya, calon istri pada masa itu yang kini telah menjadi ibu dari 2 anaknya. Semoga doa bisa menjadi penyambung perkenalan dan rasa terima kasih saya ini.

Saya ingat kembali kisah tersebut pada malam ini, ketika saya tilawah, setelah beberapa kejadian hari ini dan kemarin, saya temukan betapa Allah sayang kepada kita, sangat sayang sehingga dibekalinya kita surat cinta sepanjang masa, yang mungkin kadang hanya kita taruh di lemari baca, atau kita kutip seperlunya saja. Saya temukan untaian kata yang bagai dibisikkan langsung pada keadaan sekarang ini. Hanya yang mencintaimu yang bisa melakukan hal seindah itu: Tuhanmu.

Maka semoga kita pun bisa membalas cinta-Nya, melatih diri untuk semakin mencintai-Nya, berjalan lebih banyak mendekati-Nya, karena satu langkah kita berjalan kepada-Nya, 1000 langkah ia akan berlari kepada kita.

Alhamdulillaah ‘ala kulli haal.

Kobe. 08072014. 22;39.

Bersabarlah,

Setelah ini semua selesai, kita akan ke kebun bunga.

Setelah tugas ditunaikan, kembali kita akan melihat langit di tempat-tempat berbeda.

Setelah kewajiban dituntaskan, kembali kita cari kucing yang bisa diajak bercengkrama, orang asing yang mau bercerita, dan membuat foto banyak bunga.

Setelah ini semua selesai, akan kita kirimkan kartu pos ke barat dan timur, akan kita lanjutkan percakapan malam bersama teman lama, akan kita tertawakan gurauan lucu bersama teman lama.

Bersabarlah, berjuanglah.

Satu minggu lagi.

Alhamdulillaah ‘ala kulli haal.

adi-fitri:

"Just because we wear the hijab and cover up, does not make us perfect Muslims,"
A comic adaptation from a post on another tumblr blog.
(While the words are from an actual exchange, the situations depicted are purely fictional. Any similarities to persons living or departed are coincidental and no offence was intended.)
Wallahua’lam.

Masha Allah.

Sungguh tiada sesuatu yang terjadi secara kebetulan.

Ceritanya hari ini saya sempat agak misuh-misuh, hari ini tanpa direncanakan saya berpenampilan agak lain dari biasanya. Penampilan ini menuai beberapa komentar dari teman-teman muslim. Entahlah mungkin karena bawaan jiwa yang sedang naik turun, komentar-komentar becandaan itu membuat saya justru menyimpulkan, ternyata sedemikiannya manusia masih menyimpulkan penampilan fisik sebagai perwakilan akhlak. (teman-teman dari negara lain justru biasa saja melihat tampilan saya hari ini)

Kemudian diingatkan kembali sama tulisan ini. 

Terima kasih Allah, yang baik dan cintanya memang tiada habisnya.

Alhamdulillaah ‘ala kulli haal.

Kobe. 08072014. 22:07.

Kobe. 05072014. 23:05. 

Jogja Hip Hop Foundation - Gurindam 12 Raja Ali Haji.

Dulu jaman bikin skripsi malah kena demam homesick, ngobatinnya pakai lagu-lagu too phat.

Sekarang lagi pacaran sama tesis, ndak sengaja ketemu ini, menyenangkan sekali, orang-orang jawa yang sangat fasih menyanyikan syair melayu.

Benar deh ya, ketika jauh dari tanah air, dapat kesempatan berbahasa Indonesia atau ber-Indonesia ria melalui lagu begini rasanya menyenangkaaan sekali. 

Alhamdulillaah ‘ala kulli haaal.

“Cari nasehat itu ga perlu jauh-jauh, simpel. Tinggal ngaca dan kontemplasi dari diri sendiri :)”