• X: Lalu mengapa mesti ragu-ragu lagi? Kesempatan akan sangat jarang datang 2 kali. Bukankah ini impian kamu? Impian keluarga kamu? Semuanya sekarang di depan mata, kamu hanya tinggal melangkah.
  • Y: Manusia selalu berubah. Allah Maha Pembolak-Balik Hati. Jika beberapa bulan yang lalu saya melakukan ini semuanya tanpa pikir panjang, dan Allah yang selalu baik kepada saya melapangkan jalan saya menuju ke sana, mungkin sekarang saatnya saya merevisi pikiran saya.
  • X: Kamu takut tertinggal dari jodoh? Takut telat nikah?
  • Y: Sejujurnya hal ini juga merupakan bagian dari kecemasan saya. Tapi alhamdulillah ada yang mengingatkan saya, selalulah berkhusnudzon sama Allah. Janji Allah itu nyata, tergantung melalui cara apa kita berikhtiar.
  • X: Kemudian apa? Jangan sampai kamu menjadi orang yang dholim terhadap impian orang lain, banyak yang menginginkan posisi yang telah kamu raih sekarang.
  • Y: Saya juga tidak ingin dholim terhadap orang-orang yang saya sayangi di sini.
  • X: Yakin saja, Allah Maha Penjaga, di manapun, kapanpun, kita baik-baik saja karena Allah Maha Penjaga.
  • Y: Sedikitpun saya tidak pernah meragukan tentang penjagaan Allah. Kalau Allah berkehendak maka terjadilah. Saya hanya tidak ingin menyesal ketika datang pilihan kepada saya untuk berlari menuju cita-cita saya, saya harus kehilangan kesempatan paling berharga untuk merawat dan menemani orang yang saya sayangi di sini. Saya tidak ingin ketika ajal memisahkan, saya hanya bisa meratap. Allah tidak senang dengan orang yang sering meratap kan?
  • X: Bukankah jelas-jelas dikatakan, tuntutlah ilmu ke manapun, pergilah yang jauh selama kamu bisa, kemudian berbagilah cerita kepada yang lain. Kembangkan dirimu, sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.
  • Y: Bukankah firman Allah juga jelas, berbaktilah kepada orang tuamu. Saya tidak ingin menjadi orang yang hebat (menurut pandangan manusia) namun gagal di pandangan Allah. Saya tidak ingin karena ego saya, saya harus kehilangan saat-saat berbakti kepada orang tua saya.
  • X: Yakin kamu tidak akan menyesal jika kamu mundur?
  • Y: Penyesalan itu pasti ada. Tapi sebaik-baiknya usaha kita di dunia, dunia ini adalah tempat persinggahan semata. Semoga saya tidak termasuk orang yang terlalu terbuai akan target dunia, sehingga lupa dari target hidup yang kekal di akhirat. Guru kehidupan bisa diperoleh di manapun, tapi berbakti kepada orang tua adalah salah satu hal paling mahal di jaman sekarang.
  • X: Kamu masih nggak bisa belajar ya dari A.Fuadi? Dia meninggalkan orang tuanya dengan sangat yakin Allah selalu menjaga.
  • Y: Saya berusaha menghindar dari kehidupan yang terlalu membandingkan dengan pencapaian orang lain. Toh sekarang saya juga sudah bangga, sejauh ini mungkin merupakah pembuktian diri saya bahwa saya juga sebenarnya bisa ke sana (dengan izin Allah tentunya)
  • X: Ini pasti bukan kamu yang biasanya. Bukankah kamu biasanya selalu bersemangad menantang dunia?
  • Y: Saya juga bingung, ini diri saya atau siapa. Saya butuh dukungan doa.
  • X: Jadi kamu menyia-nyiakan kesempatan ini?
  • Y: Saya tidak tahu. Masih ada kesempatan beberapa hari untuk berpikir. Allah memberi 2 pilihan yang sangat baik kepada saya. Terlalu baik. Maka apapun pilihan ke depan, semoga pilihan yang benar-benar mampu saya laksanakan dengan ikhlas. Aamiin. Bismillahhirrahmaanirrahiim. Alhamdulillah 'ala kulli hal.

JJ

  1. adipasah said: “Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya”. (QS. Al-Anfal: 5).
  2. rizkarahmanita said: Istikharoh, whatever you choose, that’s the best! Semangat kaka! :))
  3. casualdiary said: cinta bs dtg, cinta bs pergi, tp ad 1 yg cinta ga bs lakuin„cinta ga bs mnunggu…..*sirine ambulan
  4. ayuprissa posted this