Jogjakarta. 28022012. 22:24. chrisye:lirih.
Saya punya prinsip semuanya sebaiknya mengalir saja seperti air. Hanya, kalau bisa, alirannya yang deras. Batu pun kadang bisa menggelundung, kalah dengan air yang deras.
Itu menangnya orang yang tidak punya cita-cita tinggi sejak awal. Hidupnya lebih fleksibel. Oleh karena tidak punya cita-cita, kalau dalam perjalanan menghadapi batu besar, ia akan membelok. Tapi, kalau orang berpegang teguh pada cita-cita, bertemu batu pun akan ditabrak. Iya kalau batunya yang menggelundung, lha kalau kepalanya yang pecah gimana ?
(Dahlan Iskan - Ganti Hati… Tantangan Menjadi Menteri - halaman 52)
Sekian lama saya hidup dalam pengasingan hidup tanpa internet dan laptop, buku inilah yang setia menemani saya. Buku ini teramat-sangat-harus-wajib-hukumnya saya rekomendasikan untuk dibaca. (big thanks for @kirniadiara and @eldandut who give me this book at my least second at airport)
Kutipan di atas, sangat sesuai dengan pegangan saya selama ini. Kalau ada yang masih ingat, di awal tahun dulu saya pernah menulis resolusi bahwa saya tidak memiliki resolusi. Dan ternyata Allah dengan teramat sangat baik menggoda saya di akhir Januari yang lalu untuk membuat keputusan besar, memilih mana yang terbaik di antara pilihan yang memang sudah terbaik. Bahkan hingga kejutan yang saya terima tadi sore, saya benar-benar harus nggak berhenti mengucap alhamdulillah ‘ala kulli hal.
Bukan berarti saya mempengaruhi atau menyalahkan orang-orang yang hidupnya terarah dan terencana loh ya, saya justru kagum dengan orang yang bisa menentukan targetnya dan fokus dengan mantap. Hehe, tapi ya saya memang begini orangnya, walaupun berniat untuk memperbaiki diri, tapi yang namanya bawaan kayak gini susaaaaaah untuk diubah (susah bukan berarti nggak bisa kan? syukur aja masih dikasi yang baik-baik sama Allah).
Akan terdengar sangat berbasa-basi bahwa melanjutkan kuliah ke double degree bukan merupakan prioritas saya, namun memang demikian adanya. Tidak perlu saya ceritakan panjang lebar disini tentang bagaimana kemudahan selalu diberikan oleh Allah, pokoknya khusnudzon saja sama rencana Allah, maka akan datang berbagai bentuk pertolongan. :)
Saya ingat dengan jelas pesan guru saya dulu, janganlah berdoa mengatur Allah mau begini mau begitu, minta saja yang terbaik, apapun itu, maka ketika dihadapkan pada kenyataan apapun, kita akan membiasakan diri untuk menerima bahwa ini adalah yang paling baik. Do your best, and let God take the rest. (mungkin konteks bahasanya agak sulit diterima ya, tapi untuk beberapa hal, ini benar adanya, sama seperti menjalani sesuatu seusai istikharah, seberat apapun itu, penyesalan akan terminimalisir karena kita percaya itu adalah pemberian Allah).
Lama-lama kok tulisan ini jadi kayak Marioteguhwati wanna be yak? Ahahaha ok deh, nyambung ke part selanjutnya ya. :)
|
Posted on February 28 2012 at 10·51 PM / Permalink
|
-
rizkarahmanita liked this
-
crocsspoke liked this
-
vietnanti liked this
-
ayuprissa posted this